Alkitab
Baca firman Tuhan, simpan bookmark, dan catat renungan Anda
- Perjanjian Lama
- Kejadian 50
- Keluaran 40
- Imamat 27
- Bilangan 36
- Ulangan 34
- Yosua 24
- Hakim-Hakim 21
- Rut 4
- 1 Samuel 31
- 2 Samuel 24
- 1 Raja-Raja 22
- 2 Raja-Raja 25
- 1 Tawarikh 29
- 2 Tawarikh 36
- Ezra 10
- Nehemia 13
- Ester 10
- Ayub 42
- Mazmur 150
- Amsal 31
- Pengkhotbah 12
- Kidung Agung 8
- Yesaya 66
- Yeremia 52
- Ratapan 5
- Yehezkiel 48
- Daniel 12
- Hosea 14
- Yoel 3
- Amos 9
- Obaja 1
- Yunus 4
- Mikha 7
- Nahum 3
- Habakuk 3
- Zefanya 3
- Hagai 2
- Zakharia 14
- Maleakhi 4
- Perjanjian Baru
- Matius 28
- Markus 16
- Lukas 24
- Yohanes 21
- Kisah Para Rasul 28
- Roma 16
- 1 Korintus 16
- 2 Korintus 13
- Galatia 6
- Efesus 6
- Filipi 4
- Kolose 4
- 1 Tesalonika 5
- 2 Tesalonika 3
- 1 Timotius 6
- 2 Timotius 4
- Titus 3
- Filemon 1
- Ibrani 13
- Yakobus 5
- 1 Petrus 5
- 2 Petrus 3
- 1 Yohanes 5
- 2 Yohanes 1
- 3 Yohanes 1
- Yudas 1
- Wahyu 22
Elihu merasa juga berhak untuk mengemukakan pendapat
1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar. 2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah, 3 dan ia juga marah terhadap ketiga orang sahabat itu, karena mereka mempersalahkan Ayub, meskipun tidak dapat memberikan sanggahan. 4 Elihu menangguhkan bicaranya dengan Ayub, karena mereka lebih tua dari pada dia. 5 Tetapi setelah dilihatnya, bahwa mulut ketiga orang itu tidak lagi memberi sanggahan, maka marahlah ia. 6 Lalu berbicaralah Elihu bin Barakheel, orang Bus itu: "Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi; oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu. 7 Pikirku: Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak jumlah tahunnya memaparkan hikmat. 8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. 9 Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan. 10 Oleh sebab itu aku berkata: Dengarkanlah aku, akupun akan mengemukakan pendapatku. 11 Ketahuilah, aku telah menantikan kata-katamu, aku telah memperhatikan pemikiranmu, hingga kamu menemukan kata-kata yang tepat. 12 Kepadamulah kupusatkan perhatianku, tetapi sesungguhnya, tiada seorangpun yang mengecam Ayub, tiada seorangpun di antara kamu menyanggah perkataannya. 13 Jangan berkata sekarang: Kami sudah mendapatkan hikmat; hanya Allah yang dapat mengalahkan dia, bukan manusia. 14 Perkataannya tidak tertuju kepadaku, dan aku tidak akan menjawabnya dengan perkataanmu. 15 Mereka bingung, mereka tidak dapat memberi sanggahan lagi, mereka tidak dapat berbicara lagi. 16 Haruskah aku menunggu, karena mereka putus bicara, karena mereka berdiri di sana dan tidak memberi sanggahan lagi? 17 Akupun hendak memberi sanggahan pada giliranku, akupun akan mengemukakan pendapatku. 18 Karena aku tumpat dengan kata-kata, semangat yang ada dalam diriku mendesak aku. 19 Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang tidak mendapat jalan hawa, seperti kirbat baru yang akan meletup. 20 Aku harus berbicara, supaya merasa lega, aku harus membuka mulutku dan memberi sanggahan. 21 Aku tidak akan memihak kepada siapapun dan tidak akan menyanjung-nyanjung siapapun, 22 karena aku tidak tahu menyanjung-nyanjung; jika demikian, maka segera Pembuatku akan mencabut nyawaku."
18px
Catatan
Simpan Bookmark
© 2026 InGod – Platform Digital Gereja Indonesia
English